..::: z e r o :::..

Rute Liburan Ke Pulau Hoga – Wakatobi

August 22, 2009 · 1 Comment

Kalau saya sebut Pulau Hoga mungkin masih terasa asing tapi kalau menyebut Wakatobi semua pasti langsung terpikir pada taman laut dan keindahan terumbu karang (padahal mirip bahasa jepang ya…. :P ). Wakatobi adalah nama kabupaten di Sulawesi Tenggara yang merupakan singkatan dari 4 pulau besar yaitu Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Nah, kalau Pulau Hoga itu pulau kecil di sekitar Pulau Kaledupa yang sepertinya lebih terkenal di luar negeri daripada di negeri sendiri…. :P

Bulan lalu, berlima dengan teman saya sempat ke sana untuk membuktikan cerita orang tentang keindahan taman laut Wakatobi. Yang paling indah itu katanya ada di Pulau Tomia tapi karena aksesnya “susah” (dikelola orang asing) kami memilih ke Pulau Hoga. Hasilnya, memang sangat indah, menurut saya keindahannya melebihi taman laut bunaken yang pernah saya kunjungi tahun 2006 lalu. Biaya yang dikeluarkan juga cukup terjangkau. Tidak percaya? buktikan sendiri dengan terlebih dulu baca pengalaman saya berikut ini… hehehe

Saya start dari Kota Bau-Bau, Jum’at malam (17/07/2009) sekitar pukul 09:00 dengan menumpang kapal ke Pulau Wangi-wangi terlebih dahulu (lebih dikenal dengan sebutan Wanci). Harga tiket Rp 100.000,- per orang dengan fasilitas sebuah matras tempat tidur dan secangkir teh hangat. Perjalanan sekitar 9 jam tergantung cuaca, semakin bersahabat gelombang laut semakin cepat sampainya…. :) . Sebelum berangkat banyak yang berpesan agar siap-siap mabok laut tapi selama pelayaran saya bisa tidur pulas tuh, serasa dalam ayunan ibu saya waktu masih bayi… hehehe.

Sesampai di Wanci kita punya waktu 3 jam untuk bersih-bersih dan sarapan, tinggal tanya tukang ojek untuk diantar ke rumah makan yang ada kamar mandinya… :) Ingat, ongkos ojek di Wanci Rp 3.000,- sekali jalan, jauh dekat sama saja.  Jadi sebelum pukul 09:00 Sabtu pagi (18/07/2009) saya sudah harus berada di pelabuhan Wanci-Kaledupa karena pelayaran hanya sekali dalam satu hari. Pelabuhannya beda dengan tempat berlabuh kapal Bau-Bau – Wanci pagi tadi, gampangnya, tukang ojek tahu … :P

Ada 2 pilihan alat transport ke Kaledupa. Dengan kapal fiber berbadan langsing atau kapal kayu berbadan tambun. Harga tiketnya sama saja Rp 20.000,- per orang. Yang suka sport jantung pake fiber saja, kalau yang mau tenang pake kapal kayu dengan konsekuensi lebih lambat, beda tempuh paling lama 30 menit. Perjalanan ke Kaledupa akan transit di 4 pelabuhan. Kita turun di pelabuhan transit yang ke-2. Walaupun pelabuhan pertama lebih dekat ke Pulau Hoga tapi di situ tidak ada kapal carteran untuk melanjutkan perjalanan, maklum itu belum termasuk daratan pulau Kaledupa….hehehhehe

Saya menginjakkan kaki di Kaledupa sekitar jam setengah dua belas siang. Segera cari carteran buat ke tujuan utama. Waktu itu sempat dapat carteran kapal Rp 100.000,- untuk berlima tapi batal karena kebetulan ada kenalan petugas dari Taman Laut Wakatobi yang mengantar dengan speed boat ke seberang. Selepas tengah hari sudah bisa sampai di Pulau Hoga. Segera cari makan siang dan tempat menginap. Harga penginapan (sejenis cottege) kami ambil yang harga Rp 40.000,- per malam, yang lebih mahal banyak…. :P . Kebetulan yang punya cottege ada tempat makannya juga, sekali makan Rp 20.000,- per orang. Lebih bagus begitu biar tidak repot.

Wisata utama melihat taman laut paling pas dilakukan sore hari. Waktu luang bisa untuk jalan-jalan menyusuri pulau, ada bagian pulau yang berpasir putih ada juga yang berkarang, lingkungan pulau sudah ada pengelolanya jadi terkesan teratur tapi tetap alami. Waktu saya disana ada sekitar 150 pelajar asing yang sedang melakukan penelitian, jadi kesannya mereka yang jadi penduduk asli dan kami ini pelancongnya… hehheheh. Oh iya jangan lupa, kalau mau snorkling (selam dipermukaan) bisa sewa alat Rp 20.000,- satu set per hari tidak termasuk pakaian selam. Pakaian selamnya Rp 30.000,- per hari. Kalau mau menyelam ada juga sewa peralatan selam Rp 350.000,- per set dengan catatan harus ada SIM-nya. Sayang, saya tidak punya surat ijin menyelam itu…. hikzzz

Kami meninggalkan Pulau Hoga Senin (20/07/2009) dinihari sehabis shalat subuh. Targetnya, pelabuhan Kaledupa-Wanci (pelabuhan transit ke-2) sebelum pukul 06:00. Telat sedikit saja, kami harus bersabar menunggu esok harinya. Untungnya, malam sebelum berangkat kami sudah koordinasi dengan pengelola jadi perjalanan lancar. Sampai kembali di Wanci masih ada waktu sekitar 12 jam untuk kembali ke Bau-Bau. Kami sempatkan jalan-jalan ke pantai hugua, tapi rencana ke pusat barang-barang bekas tidak kesampaian… :)

NB: Foto-foto di entry berikutnya… :)

Categories: daily · memoar
Tagged: , ,

1 response so far ↓

Leave a Comment