..::: z e r o :::..

Entries categorized as ‘daily’

Foto Liburan Ke Pulau Hoga – Wakatobi

August 22, 2009 · 1 Comment

1. Pemandangan bawah laut…

 underwater1 underwater2underwater3 underwater4 underwater5 underwater6

2. Aktifitas snorkling

 underwater10 hoga16 hoga14 hoga15

3. Menelusuri Pulau

hoga2 hoga3 hoga4 hoga5 hoga6 hoga7 hoga8  hoga10 wakatobi1hoga11 hoga12   wakatobi5

Bonus: Pulau Wangi-wangi / Wanci

wanci1 wanci2 wanci3 hoga13

PS: Hutang saya pada entry sebelumnya lunas…. :)

Categories: daily · image · memoar
Tagged: , , , , ,

Rute Liburan Ke Pulau Hoga – Wakatobi

August 22, 2009 · 1 Comment

Kalau saya sebut Pulau Hoga mungkin masih terasa asing tapi kalau menyebut Wakatobi semua pasti langsung terpikir pada taman laut dan keindahan terumbu karang (padahal mirip bahasa jepang ya…. :P ). Wakatobi adalah nama kabupaten di Sulawesi Tenggara yang merupakan singkatan dari 4 pulau besar yaitu Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Nah, kalau Pulau Hoga itu pulau kecil di sekitar Pulau Kaledupa yang sepertinya lebih terkenal di luar negeri daripada di negeri sendiri…. :P

Bulan lalu, berlima dengan teman saya sempat ke sana untuk membuktikan cerita orang tentang keindahan taman laut Wakatobi. Yang paling indah itu katanya ada di Pulau Tomia tapi karena aksesnya “susah” (dikelola orang asing) kami memilih ke Pulau Hoga. Hasilnya, memang sangat indah, menurut saya keindahannya melebihi taman laut bunaken yang pernah saya kunjungi tahun 2006 lalu. Biaya yang dikeluarkan juga cukup terjangkau. Tidak percaya? buktikan sendiri dengan terlebih dulu baca pengalaman saya berikut ini… hehehe

Saya start dari Kota Bau-Bau, Jum’at malam (17/07/2009) sekitar pukul 09:00 dengan menumpang kapal ke Pulau Wangi-wangi terlebih dahulu (lebih dikenal dengan sebutan Wanci). Harga tiket Rp 100.000,- per orang dengan fasilitas sebuah matras tempat tidur dan secangkir teh hangat. Perjalanan sekitar 9 jam tergantung cuaca, semakin bersahabat gelombang laut semakin cepat sampainya…. :) . Sebelum berangkat banyak yang berpesan agar siap-siap mabok laut tapi selama pelayaran saya bisa tidur pulas tuh, serasa dalam ayunan ibu saya waktu masih bayi… hehehe.

Sesampai di Wanci kita punya waktu 3 jam untuk bersih-bersih dan sarapan, tinggal tanya tukang ojek untuk diantar ke rumah makan yang ada kamar mandinya… :) Ingat, ongkos ojek di Wanci Rp 3.000,- sekali jalan, jauh dekat sama saja.  Jadi sebelum pukul 09:00 Sabtu pagi (18/07/2009) saya sudah harus berada di pelabuhan Wanci-Kaledupa karena pelayaran hanya sekali dalam satu hari. Pelabuhannya beda dengan tempat berlabuh kapal Bau-Bau – Wanci pagi tadi, gampangnya, tukang ojek tahu … :P

Ada 2 pilihan alat transport ke Kaledupa. Dengan kapal fiber berbadan langsing atau kapal kayu berbadan tambun. Harga tiketnya sama saja Rp 20.000,- per orang. Yang suka sport jantung pake fiber saja, kalau yang mau tenang pake kapal kayu dengan konsekuensi lebih lambat, beda tempuh paling lama 30 menit. Perjalanan ke Kaledupa akan transit di 4 pelabuhan. Kita turun di pelabuhan transit yang ke-2. Walaupun pelabuhan pertama lebih dekat ke Pulau Hoga tapi di situ tidak ada kapal carteran untuk melanjutkan perjalanan, maklum itu belum termasuk daratan pulau Kaledupa….hehehhehe

Saya menginjakkan kaki di Kaledupa sekitar jam setengah dua belas siang. Segera cari carteran buat ke tujuan utama. Waktu itu sempat dapat carteran kapal Rp 100.000,- untuk berlima tapi batal karena kebetulan ada kenalan petugas dari Taman Laut Wakatobi yang mengantar dengan speed boat ke seberang. Selepas tengah hari sudah bisa sampai di Pulau Hoga. Segera cari makan siang dan tempat menginap. Harga penginapan (sejenis cottege) kami ambil yang harga Rp 40.000,- per malam, yang lebih mahal banyak…. :P . Kebetulan yang punya cottege ada tempat makannya juga, sekali makan Rp 20.000,- per orang. Lebih bagus begitu biar tidak repot.

Wisata utama melihat taman laut paling pas dilakukan sore hari. Waktu luang bisa untuk jalan-jalan menyusuri pulau, ada bagian pulau yang berpasir putih ada juga yang berkarang, lingkungan pulau sudah ada pengelolanya jadi terkesan teratur tapi tetap alami. Waktu saya disana ada sekitar 150 pelajar asing yang sedang melakukan penelitian, jadi kesannya mereka yang jadi penduduk asli dan kami ini pelancongnya… hehheheh. Oh iya jangan lupa, kalau mau snorkling (selam dipermukaan) bisa sewa alat Rp 20.000,- satu set per hari tidak termasuk pakaian selam. Pakaian selamnya Rp 30.000,- per hari. Kalau mau menyelam ada juga sewa peralatan selam Rp 350.000,- per set dengan catatan harus ada SIM-nya. Sayang, saya tidak punya surat ijin menyelam itu…. hikzzz

Kami meninggalkan Pulau Hoga Senin (20/07/2009) dinihari sehabis shalat subuh. Targetnya, pelabuhan Kaledupa-Wanci (pelabuhan transit ke-2) sebelum pukul 06:00. Telat sedikit saja, kami harus bersabar menunggu esok harinya. Untungnya, malam sebelum berangkat kami sudah koordinasi dengan pengelola jadi perjalanan lancar. Sampai kembali di Wanci masih ada waktu sekitar 12 jam untuk kembali ke Bau-Bau. Kami sempatkan jalan-jalan ke pantai hugua, tapi rencana ke pusat barang-barang bekas tidak kesampaian… :)

NB: Foto-foto di entry berikutnya… :)

Categories: daily · memoar
Tagged: , ,

Balas Komentar Via Email

May 31, 2009 · 1 Comment

WordPress makin keren saja, setelah bisa posting via email ternyata sekarang bisa juga reply comment via email. Saya baru tahu setelah memperhatikan setiap komentar yang masuk di email client (setiap komentar yang masuk akan diteruskan ke alamat email saya dengan terlebih dahulu mengaktifkannya di Menu Settings – Discussion). Kalau dulu nama pengirim (pemberi komentar) yang tampak di bagian “From” sekarang berganti dengan “comment-reply@wordpress.com”. Di bagian bawah body email juga ada tambahan kalimat “You can reply to this comment via email as well, just click the reply button in your email client”.

Hebatnya lagi kita bisa posting dan reply comment via email dengan alamat email yang berbeda dengan alamat email yang ada di database wordpress. Itu loh email yang dipakai bikin blog wordpress pertama kali…. hehehehhe

Categories: compute · daily · techno

Selamat Datang Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bau-Bau ….. !!!

May 17, 2009 · 2 Comments

Bagi anda yang berdomisili atau perusahaan anda berkedudukan dalam wilayah pemerintahan Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Muna dan Wakatobi yang membutuhkan pelayanan perpajakan silahkan datang ke KPP Pratama Bau-Bau, Jalan Betoambari No. 33-35 Bau-Bau 93725 Telepon (0402) 2821274, Faksimili (0402) 2821204. Dengan senang hati, anda akan dilayani oleh seorang kepala kantor, 7 orang pejabat eselon IV, 5 orang pejabat fungsional pemeriksa pajak, 5 orang Account Representative, dan 27 orang pegawai pelaksana. Total 45 orang PNS, data per tanggal postingan ini….. hehheheh

Sebelum datang berkunjung, ada baiknya anda tahu seperti apa prosedur pelayanan di sana…… :)

denah kantor pelayanan pajak pratama bau-bau lantai 1

Saat anda masuk, bertanyalah ke help desk di bagian kiri pintu utama(ENTRANCE) mengenai keperluan anda.

  1. Jika hendak menyampaikan surat/laporan (SPT) berarti anda harus mengambil nomor antrian di bagian kanan pintu masuk. Selanjutnya silahkan duduk di kursi tunggu depan loket pelayanan sampai nomor anda dipanggil. Sembari menunggu anda bisa mengambil brosur perpajakan di samping kiri – kanan kursi tunggu.
  2. Jika hendak konsultasi masalah perpajakan, help desk akan membantu anda sebisanya. Namun jika tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan butuh penanganan yang lebih kompleks, anda akan diarahkan ke ruang konsultasi yang ada di bagian kiri dan kanan kursi tunggu. Help desk akan memanggilkan petugas yang lebih berkompeten untuk membantu anda.

Standar pelayanan seperti ini umumnya diterapkan pada semua Kantor Pelayanan Pajak di seluruh Indonesia. Dengan beberapa variasi dan modifikasi sesuai selera masing-masing kantor tentunya… :P

Tapi untuk hal-hal tertentu seperti proses pemeriksaan pajak, anda bisa langsung menemui pemeriksa pajak yang bersangkutan di lantai 2 ruangan Jabatan Fungsional.

denah kantor pelayanan pajak pratama bau-bau lantai 2

Yang perlu di ingat: setiap bentuk pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak tidak dipungut biaya.

Kesimpulan: Tulisan ini saya persembahkan untuk kantor tercinta dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang pertama tanggal 27 Mei 2009….. :)

Categories: daily · office
Tagged: , , ,

Nasabah, Setoran dan Transfer Bank Mandiri

March 28, 2009 · 4 Comments

Bulan lalu saya ke Bank Mandiri Bau-Bau, bermaksud untuk melakukan penyetoran dana tabungan. Sempat saya mengisi formulir setoran dan ikut antri namun karena kelamaan saya pulang sebelum bertransaksi. Esok harinya formulir setoran yang telah terisi plus duit tentunya, saya titipkan ke teman saya yang kebetulan memang sering bolak-balik ke bank untuk urusan kantor. Setelah siang hari, teman saya memberikan bukti setorannya. Tapi bukan formulir setoran yang kemarin saya isi, tapi formulir transfer yang dia isi dan tanda tangani sendiri atas nama saya. Katanya sesuai petunjuk petugas bank, penyetoran oleh bukan nasabah Mandiri Bau-Bau ke nomor rekening Mandiri Lainnya (selain Mandiri Bau-Bau) menggunakan form transfer bukan form setoran. Ya, tidak masalah kata saya karena form transfer telah divalidasi bank dan tidak dikenakan biaya administrasi. Saya pikir mungkin kebijakan baru, karena selama ini saya biasa melakukan penyetoran dengan form setoran di Bank Mandiri yang bukan tempat saya terdaftar (tapi masih satu kota).

Kemarin, saya kembali lagi ke bank untuk melakukan setoran tunai. Sesuai pengalaman teman saya, saya langsung mengisi form transfer dan menyerahkannya ke teller. Tapi saya agak kaget ketika teller meminta biaya administrasi (tidak banyak, tapi cukup untuk biaya sarapan pagi saya, lima ribu rupiah… :P ). Saya sempat beritahu teller mengenai kejadian di atas, katanya mungkin teman saya itu nasabah Mandiri Bau-Bau jadi tidak dipungut biaya (saya baru tahu setelah balik kantor, ternyata teman saya itu bukan nasabah Mandiri Bau-Bau dan tidak mencantumkan nomor rekening apa-apa selain nomor rekening Mandiri saya yang terdaftar di Makassar). Wah, kalau begitu lain waktu kalau saya mau setor tunai lagi mending saya minta nomor rekening Mandiri Bau-Bau teman saya itu (padahal tidak ada… :P ) untuk dicantumkan pada bagian pengirim form transfer supaya bebas biaya. Tellernya bilang tidak bisa karena itu sebagai bagian dari pelayanan kepada nasabah Mandiri Bau-Bau. Loh, pengertian nasabah menurut teller Mandiri Bau-Bau yang mana sih? orang yang punya rekening di Mandiri Bau-Bau atau orang yang sering keluar masuk Bank Mandiri Bau-Bau??? Form transfer yang dibawa teman saya bulan lalu dan form transfer yang saya bawa kemarin kan sama saja, KEDUANYA ATAS NAMA SAYA….. hihihihiih

Tidak sampai disitu kisahnya…. :) . Saya tanya lagi, apa semua cabang Mandiri seperti itu? Tellernya bilang tidak semua, untuk yang skala besar macam Mandiri Kendari biasanya dibebaskan. Yang saya tangkap selanjutnya bahwa biaya administrasi itu semacam biaya asuransi. Jadi duit yang kita masukkan diasuransikan? kalau tidak sampai tujuan akan diganti begitu? saya tidak mengerti, bukan orang perbankan sih jadi bingung dengan istilah-istilahnya. Yang saya tahu, Mandiri Bau-Bau itu online, tiap transaksinya terjadi secara real time…. :P .

Semoga ada orang Mandiri yang baca ini, saya mau tahu tentang biaya administrasi itu, kenapa tiap cabang beda-beda? Apa untuk kelangsungan hidup kantor? Mandiri Bau-Bau baru buka awal Desember tahun lalu sih… :) Kenapa juga mesti isi form transfer bukan form setoran? Pengertian saya dari tulisan di atas adalah saya menyetor ke rekening saya bukan transfer dari saya ke rekening saya….. hehehehheheh

Categories: daily · idealism · memoar
Tagged: , , , , ,