..::: z e r o :::..

Entries categorized as ‘feeling’

Simpati

April 1, 2008 · Leave a Comment

Kemarin dapat pesan dari saudara sepupu:

“Ibunya simpati banget sama kamu”

Simpati itu apa ya? Aku buka kamus:

simpati: 1 rasa kasih; rasa setuju (kpd); rasa suka; 2 keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dsb) orang lain;

Ah, kenapa bukan anaknya? Sekarang kan bukan zaman Siti Nurbaya lagi ….

Categories: feeling

Enough …. !!!

March 11, 2008 · Leave a Comment

I already didn’t keep again.
Looked for by us their respective road.
Don’t had approached me again because only will make you were in the lowered position as humankind.
Believe me that all of your tracks were removed
by me.

Bye…..!!

Categories: feeling

Supaya engkau tahu: Semoga ….

March 6, 2008 · Leave a Comment

Pertama kali aku lihat dari balik kaca, kau terlalu biasa. Semakin dekat malah semakin jauh api dari panggang. Saat kontak mulai terjadi, asa itu mulai memudar. Berusaha mencari sisi indahmu ada dimana pun tak jua tampak. Tiap detil darimu tak menunjukkan apa-apa. Semua biasa dan tak ada yang istimewa. Ah, kenapa mesti aku melakukan ini untuk kamu? Rasa penyesalanku perlahan datang. Bener-bener tidak terpikirkan sebelumnya.

Aku mulai tak peduli, mencari kesibukan dan perlahan mengabaikan sambil berharap saat itu segera berakhir. Ketika kesendirian mulai melanda, ku coba hempaskan perasaan kecewa itu dan meladeni kamu. Tak tega juga aku membuatmu kecewa di hadapan orang-orang tercintamu. Tapi apa yang terjadi, auramu mulai tumbuh dan secara pasti membunuh rasa kecewaku itu. Sebelum berpisah sempat aku ambil potretmu. Semakin di pandang semakin aneh perasaan ini. Ya, Tuhan, sepertinya dia mulai merampas hati ini.

Semoga engkau merasakan hal yang sama ….. semoga…!!!

*Semoga suatu saat tulisan ini menjadi lisanku

Categories: feeling

Valentine pun terlewati …..

February 14, 2008 · Leave a Comment

AKu ingat waktu itu pertama kali mendatangimu belum melewati sepertiga malam. Yang bagi orang spesial seperti kamu adalah waktu yang tabu untuk didatangi. Kamu memang tak melayaniku tapi menyiratkan harapan keesokan harinya. Waktu berjalan dan aku merasa ada yang aneh dengan diri ini. Berkali aku ingin bersua, tapi sebanyak itu pula engkau menundanya.

Aku berharap di hari kemenangan umat Muhammad kita bisa melepas rindu yang telah membuncah. Tapi apa daya, dengan jarak yang semakin dekatpun kamu tidak memberi kesmpatan itu. Aku masih bersabar, demi kamu. Dan di ujung tahun kemarin aku memutuskan untuk tidak menunggumu, terlalu lama dan berharap sesuatu yang tak pasti. Bisa-bisa aku jadi gila….!

Tapi, saat kamu tak berada di impianku lagi, kamu malah datang menyapa. Gairah itu pun muncul lagi. Janji sebelas januari, seperti kata GIGI yang ingin aku tetapkan sebagai hari bersejarah kita berlalu begitu saja. Hari ini, empat belas februari aku yakin akan menghampirimu tapi kamu hilang bak ditelan bumi.

Haruskah kali aku benar-benar melupakanmu dan memberi jalan bagi yang lain? Atau ku tunggu? Tapi sampai kapan?

* Buat seseorang di kota ini …. i really miss u…. :)

Categories: feeling